Tips Menulis Santai Bagi yang Ingin Mulai Menulis

Mood: Inspired

Pada saat postingan ini dibuat, aku sudah menulis total 2.642 tulisan di blog ini dari semenjak tahun 2007. Meski terlihat banyak, sebetulnya bagiku itu jumlah yang sedikit mengingat 2007-2024 (hampir 2025) adalah periode yang sangat panjang.

Seharusnya aku bisa menulis lebih banyak dari jumlah tersebut. Hanya saja namanya juga hidup ya, pasti ada masa-masa di mana kita bahkan tidak menulis satu tulisanpun dalam kurun waktu satu bulan atau bahkan lebih.

Meski begitu, karena riwayat menulisku yang terbilang cukup rapi yang mana di antara tahun 2007-2024 itu, tahun yang bolong cuma tahun 2022. Itupun bukan karena aku tidak menulis tetapi karena databaseku hilang dan semua tulisan yang aku tulis di tahun 2021 dan 2022 hilang dan tidak bisa direcover.

Jadi itu artinya aku selalu dan masih konsisten menulis selama hampir dua dekade lamanya di tengah gempuran sosial media dan AI ini. Dengan begitu rasanya  aku cukup mumpuni untuk kasi kalian tips menulis.

Jadi langsung aja ya...

Tips 1:

Jadilah autentik dan original. Jangan berusaha menjadi orang lain atau menjadi seperti orang lain. Tulis apa yang ingin kamu ungkapkan, berikan opini aslimu, suarakan pendapat pribadimu, dengan gayamu sendiri. Nggak usah ikut-ikutan orang lain.

Ingat, dirimu sendiri adalah aset yang membuatmu unik dan hanya ada satu di dunia ini. Jadi nggak usah copy ide orang lain.

Copy beda ya sama inspirasi. Kalau inspirasi sih kamu bebas dapetin dari mana saja dan itu memang sangat diperlukan dalam dunia penulisan.

Tips 2:

Menulislah seakan-akan kamu sedang ngobrol dengan teman atau dengan dirimu sendiri. Itu akan membuat tulisanmu terasa lebih alami dan tidak kaku. Menurutku tulisan dengan cara menulis seperti itu lebih enak aja dibacanya.

Kamu boleh menggunakan bahasa sehari-hari maupun bahasa yang baku, sesuaikan saja dengan gaya menulismu. Yang penting poinnya tetap tulis seakan-akan kamu lagi ngomong sama orang atau sama dirimu sendiri.

Tapi ini tidak berlaku jika kamu sedang menulis tulisan yang bertujuan formal seperti nulis thesis atau hal-hal yang berhubungan dengan pekerjaan ya... Please jangan nulis proposal meeting pakai gaya penulisan seperti ini. Wkwk...

Terus juga tidak berlaku untuk beberapa penulisan cerita fiksi. Tergantung dari apa yang kamu tulis soalnya.

Gaya menulis ini paling cocok digunakan untuk menulis jurnal pribadi atau tulisan-tulisan personal seperti tulisan ini nih...

Tips 3:

Jika ini pertama kalinya kamu ingin terjun menulis, caranya kamu tinggal adaptasikan aktifitas menulis status di sosial media ke kegiatan menulis yang sedang kita bahas sekarang ini. Tulis saja seakan-akan kamu sedang menulis status.

Jangan pikirkan tentang ejaan atau kesempurnaan kalimat dulu. Intinya menulis saja dulu karena yang kamu perlukan saat ini adalah membiasakan diri.

Aku nggak bilang ejaan itu tidak penting untuk diperhatikan ya... Tapi di tahap ini yang paling kamu perlukan adalah memulai saja dulu.  Sembari latihan, penyempurnaan kalimat itu nanti akan menyusul dengan sendirinya kalau kamu sudah terbiasa menulis.

Balik lagi ke poin awal. Jangan lupa bahwa status yang pendek itu sebetulnya bisa menjadi kerangka tulisan lho... Kamu bisa kembangkan tulisan dari status yang isinya hanya 3 - 5 kalimat tersebut menjadi sebuah atau bahkan beberapa paragraf yang mengandung detail-detail seperti kenapa dan di mana status itu terjadi, dan lain-lain.

Contohnya nih, hanya dari status WA "Lagi makan di restoran padang nih...", itu kamu bisa kembangkan jadi satu tulisan yang berisi beberapa paragraf lho... Karena dari  status tersebut aku yakin ada banyak detail yang belum atau tidak bisa kamu sampaikan hanya dalam satu status WA.

Jika mindsetmu "KALAU BISA PENDEK, NGAPAIN DIPANJANGIN?", kalau mindsetmu masih kayak gitu ngapain nulis? Nulis itu kan poinnya apalagi kalau bukan menulis.

Bahkan di SDpun kamu sudah diajarkan kalau mau menulis itu pertama-tama kamu harus menyiapkan kerangka karangan dulu. Lalu kembangkan menjadi sebuah paragraf. Nanti akan terbentuklah beberapa paragraf yang isinya runtun sesuai dengan kerangka karangan. Lalu jeng jeng jeeeng... Jadilah sebuah tulisan. Bukan cuma sekedar "Duh panas ya... Lagi halan-halan nih di pinggir pantai Kuta."

Beda ya...

Kalau sudah terbiasa, hal-hal teknis yang diajarkan di SD itu nanti bisa kamu lakukan secara otomatis lho... Kerangka karangannya autopilot langsung dari otakmu tanpa harus kamu siapkan secara tertulis dulu. Pokoknya bim salabim, tanpa disadari langsung aja gitu jadi paragraf.

Tips 4:

Nulisnya santai aja... karena kamu itu bukan lagi nulis thesis. Kalau lagi nggak ada ide ya tidak usah dipaksakan. Tapi kembali lagi ke poin 3, kalau memang niatnya nulis, dari sampahpun bisa menjadi topik panjang. Wkwkwk... Kayak tulisanku yang ini nih...

Nikmati prosesnya. Jangan nulisnya itu kayak bikin tugas, tertekan gitu. Mending jangan sekalian.

Tips 5:

Jangan pusingkan media apa yang akan kamu jadikan tempat untuk menulis. Mau nulis di buku pakai pulpen, mau ngetik di HP pakai aplikasi notes, mau di laptop, mau di microsoft word atau di blog kayak aku ini, terserah enaknya kamu aja.

Ingat, poinnya adalah menulis. Media itu memang penting, tapi kamu bisa sesuaikan di mana kamu merasa nyaman untuk menulis.

Kalau bisa, tulislah di satu tempat sehingga mempermudah kamu untuk membaca dan mereviewnya kembali di kemudian hari. Jangan biarkan tulisanmu berserakan di mana-mana. Ada yang di notes HP, ada yang di Ms Word di laptop. Saranku kumpulkan semua tulisanmu di satu tempat agar lebih rapi dan mudah diakses.

Aku pribadi lebih nyaranin untuk nulis di blog sih... Soalnya tulisanmu jadi lebih tertata rapi. Liat aja halaman arsipku. Dari bulan ke bulan, tahun ke tahun, penataannya sangat rapi dan perfect!

Kecuali kamu nggak peduli dengan itu, yowislah nulis di mana aja yang penting esensinya tetap nulis.

Kalau kamu ingin tulisanmu mendapat feedback, tulislah di media sosial atau forum. Tapi kalau kamu nggak peduli sama feedback atau tulisanmu bersifat sangat pribadi, aku nggak nyaranin untuk nulis di media sosial ya... Apalagi jika tulisanmu isinya provokatif dan sensitif. Mending cari aman aja dah... wkwkwk...

 

Jadi itulah ya, 5 tips menulis santai ala Putu Swari. Semoga bermanfaat bagi siapapun yang ingin mulai menulis. Mungkin nanti aku bakalan tambahin lagi tips lain di postingan yang berbeda.

Happy writing!

 

Posted at 2:09 PM

 

EXPLORE MORE

     

Comment

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


 
BACK TO BLOG PAGE