Amalanku selama hampir 14 tahun untuk punya rumah

Mood: Bersyukur

Semoga amalan-amalan yang aku perbuat selama ini diterima oleh Tuhan dan bisa ditukarkan dengan hal-hal yang baik.

Hal-hal yang bersifat material yang kuinginkan saat ini hanyalah agar rumahku cepat selesai dan terlihat cantik.

Tanpa aku sadari, secara tidak langsung aku sudah secara otomatis melakukan banyak amalan di dalam keseharianku. Dan itu semua ku lakukan atas dasar diriku sendiri.

Seperti misalnya sembahyang, tidak mengeluh, mengontrol emosi, mengontrol tindakan dan kata-kata, tidak membantah orang tua, menjadi orang yang super sabar, nggak suka julidin hidup orang, dll.

Itu semua adalah tindakan-tindakan autopilot yang tidak secara sengaja aku lakukan, tapi karena aku aslinya emang udah kayak gitu bawaannya, jadi nggak terlalu effortpun aku sebenarnya secara tidak langsung sudah melakukan banyak amalan dan bratha/ pertapaan.

Aku lakukan itu semua dengan tulus, tapi jika Tuhan mengijinkan aku ingin amalanku bisa ditukar dengan hal-hal yang baik.

Setiap kali aku mebanten, aku selalu berdoa agar rumahku bisa cepat selesai dan semua proses bisa berjalan dengan lancar. Aku yakin nggak ada hal yang sia-sia dan Tuhan pasti sayang sama aku. Satu persatu permintaanku dikabulkan, ada yang cepat ada juga yang memakan waktu lama. Tapi pada akhirnya, semuanya selalu saja dikabulkan.

Padahal kalau dipikir-pikir, dulu pas awal nikah rasanya sepertinya itu semua adalah hal yang sangat tidak mungkin mengingat aku dan wi yang memulai semua ini dari keadaan minus, bukan dari nol lagi ya, tapi benar-benar dari minus dan keadaan super hancur-hancuran. Itu semua terjadi kurang lebih di 10 tahun pertama pernikahan kami.

Kami juga tidak mempunyai privilege untuk merangkak secara instan atau melewati proses dengan lebih cepat. Semua proses benar-benar kami lalui sendiri (berdua) dari minus dan kami jalani berdarah-darah satu demi satu.

Pun kami tak pernah mengharapkan apapun dari orang tua/ keluarga karena aku sudah menanamkan dari awal ke suamiku, mending punya dari hasil sendiri, biar jelek tapi kepuasan dan rasa bangga yang kita dapat itu nggak bisa dibayar dengan apapun.

Baru di tahun ke 11 - 12 kami mulai bangkit dan mulai menemukan jalan.

Sekarang sudah mau tahun ke 14, semoga doa-doaku masih tetap meranen.

Bayangkan selama itu kami harus bersabar dan berjuang dengan penuh darah dan air mata. Dan baru sekarang ini mulai terlihat hasilnya.

Aku nggak mengklaim aku dan suamiku sudah sukses sekarang ya... Pencapaian ini  masih belum ada apa-apanya, tetapi dibanding dengan 13 tahun yang lalu keadaan kami sudah jomplang 180 derajat dan itu sangat membuat kami bersyukur.

Dulu liat uang seribu rupiah aja mata sudah berbinar, seperti liat uang 100 ribu rasanya.

Tapi gaya hidup kami masih tetap sama seperti dulu. Mau punya duit, mau lagi nggak punya duit, rasanya lifestyle kami tetap gitu-gitu doang. Bedanya cuma satu, pas lagi ada duit lebih aku sama wi tuh hobi banget kuliner. Hahaha...

Kami juga nggak berani jumawa. Karena ini tuh baru segini, belum ada apa-apanya. Orang udah pada kemana, kita malah baru mulai. Jadi sedikitpun tidak ada rasa bahwa kami itu lebih dibanding orang lain.

Tapi kami memang type yang nggak pernah bandingin hidup kami sama hidup orang lain ya... Patokan kami adalah hidup kami sendiri, bagaimana caranya agar hidup kami lebih baik dibanding sebelumnya.

Konteksnya di sini adalah dibandingkan dengan orang-orang di sekitar kami, kami mah nggak ada apa-apanya. Semua yang kami miliki pure karena hasil jerih payah dari 0 meski nilainya tidak seberapa. Hanya saja, perasaan syukur yang super besar ini membuat kami merasa cukup dengan apa yang kami punya dan kami nggak ada keinginan sedikitpun untuk toleh kiri kanan atau berlomba dengan kehidupan orang. We literally had zero ambition untuk hal-hal seperti itu. We are unbothered.

YOLO bangetlah pokoknya.

Ya Tuhan... Terimalah semua amalan-amalan ini. Ku lakukan semua ini dengan penuh kerendahan dan ketulusan hatiku. Aku bersyukur atas semua karuniaMu. Tapi sebagai manusia akupun memiliki keinginan. Dan keinginanku saat ini adalah mempunyai rumah untukku dan keluarga kecilku. Terjadilah atas kehendakMu. Astungkara.

Keajaiban itu nyata bagi orang yang mau berusaha.

Posted at 3:09 PM

 

EXPLORE MORE

     

Comment

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


 
BACK TO BLOG PAGE