Mood: Lavar
Bukan bukan... Aku bukan bondon kopet. Wkwk... Tolong jangan terfokus sama satu kata 'psikopat' pada judul postingan ini. Karena aku itu kebalikannya dari psikopat, aku itu orangnya super empath.
Tapi aku punya satu sisi yang ada dalam seorang psikopat. Yaitu aku nggak perduli sama apa kata orang tentang diriku.
Dalam hal ini, sebetulnya lebih ke nggak ada tendensi sedikitpun untuk berusaha bikin orang lain suka sama aku sih... Males aja. Kalau mereka nggak suka, ya udah silahkan aja nggak suka. Aku nggak peduli dan nggak terpengaruh. Pun nggak bakal berusaha bikin orang itu jadi suka sama aku.
Kalau aku interaksi sama orang, ketawa-ketawa dan wara-wiri, itu lebih karena memang aku pengen dan itu merupakan sebuah bentuk kalau aku menghargai mereka. Bukan karena mau cari muka atau berusaha biar nggak diomongin orang.
Soalnya logikanya kalau orang udah nggak suka, kadang sekeras apapun kita berusaha untuk disukai olehnya, tetep aja dia nggak suka. Jadi ngapain buang-buang tenaga dan energi?
Contoh lain, kita kan udah jelas hidup di bumi ini dengan banyak orang ya... Dan pikiran setiap orang itu nggak sama. Impossible bikin semua orang suka sama kita. Pasti ada aja yang nggak suka sama kita dan hal itu adalah sesuatu hal yang tidak bisa kita kontrol. Itu di luar kendali kita. Sekarang yang kayak gitu mau dipusingin? Kan nggak kelar-kelar jadinya.
Kalau aku baik sama orang, itu karena aku genuinely pengen berbuat baik sama orang itu. Bukan karena aku ingin disukai atau ingin mendapat pujian. I don't give a damn about compliments. Tentu saja aku menghargai pujian, tapi aku bukan type orang yang gila pujian atau haus nama baik.
Aku bukan politisi atau orang yang karirnya bergantung pada sosial ya, jadi ini hanya point of viewku saja. Aku nggak bilang nama baik itu nggak penting. Hanya saja aku nggak punya obsesi untuk grinding nama baik sebegitunya. You only live once, kalau yang dikejar cuma nama baik, nanti hal yang sebenarnya beneran baik bisa kelewat lho...
Maksudnya gini. Orang-orang yang terobsesi dengan nama baik biasanya akan cenderung berusaha mencari perhatian dari orang lain. Dan orang-orang seperti itu biasanya haus akan pujian dan akan melakukan berbagai cara untuk mendapatkan pujian.
Namun apa yang sering terjadi? Sering kali untuk mendapatkan pujian itu mereka melakukannya dengan cara yang penuh dengan kepalsuan. Dan itu malah membutakan mata hati mereka. Contohnya ya mereka bisa saja jadi dermawan. Tapi kedermawanan mereka itu tidak didasari dengan hati yang tulus. Yang mereka inginkan di balik itu hanyalah nama. Bahasa gampangnya ya cari muka.
Aku adalah salah satu orang yang menentang kepalsuan itu. Kalau ingin jadi dermawan, lakukanlah karena memang ingin membantu orang. Bukan karena ingin mendapat pujian atau nama baik. Anggap aja pujian atau nama baik itu adalah bonus.
Tapi susah juga ya, soalnya kalau aku bilang nama baik nggak penting kan salah juga. Nama baik itu penting, cuma kalau mau berbuat baik, landasannya adalah tujuan dari perbuatannya itu apa? Apa karena pure ingin berbuat baik atau karena hanya biar dapat nama baik dan pujian?
Sekarang ngerti kan maksudku?
Balik lagi ke topik awal tentang psychopathic confidence. Itu di mana kita merasa tidak membutuhkan validasi orang lain dan merasa biasa aja kalau ada orang yang nggak suka sama kita. We don't need other people's approval.
Ini jatuhnya jadinya lebih ke dark psychology sih...
Soalnya beda kelas ya... Orang yang confidencenya itu membuat mereka menjadi merasa cool, tipikal PD yang kayak gini, 'ih gila gue keren banget... Pasti orang-orang pada terkesan sama gue' sama yang PDnya itu kayak gini, 'emang gue nggak nyenengin kok orangnya. kalau mereka nggak suka, ya nggak masalah.'
Yang terakhir itu adalah tingkat percaya diri level advance di mana kita berada di tahap yang sebetulnya kita sudah mengetahui kekurangan kita tapi kita sudah menerima kekurangan tersebut sehingga kita nggak peduli apa kata orang. We don't need their acceptance.
It's not about who walk like a king. But walk like you don't care who is the king.
Cumaaan... Aku tetap tidak terima kalau aku dibenci karena sesuatu hal yang tidak aku perbuat.
Aku nggak apa-apa kalau aku dibenci sama orang karena aku nggak komunikatif. Aku nggak peduli, biarin aja karena emang kenyataannya kok aku orangnya nggak komunikatif and I'm fine if people don't like it. Tapi aku nggak bakal terima kalau aku dibenci karena aku dikatain tukang bohong, which is not true.
I will take only what I deserve.
Jadi ketika aku menyadari kekuranganku, dan ada orang yang nggak suka sama itu, ya udah nggak apa-apa. It is what it is. You do what you want, and I do what I want.
Tapi jangan disalah artikan jadi ignoran ya. Soalnya beda lagi sih...
Ignoran itu misalnya kita jelas-jelas sudah tau seseorang yang kita ajak ngomong itu tidak suka kalau kita mengatakan suatu hal spesifik, seperti misalnya dia minta untuk kita nggak manggil dia 'BRO', tapi kita masih kekeuh tetap memanggilnya dengan panggilan itu tanpa mau tau gimana perasaan orang tersebut.
Lalu kita bersembunyi di balik label dark psychology 'ahh gue soalnya sikopet konpinden, nggak peduli ah lo suka atau nggak pokoknya gue maunya bilangnya itu' . Itu mah kitanya yang kurang ajar namanya. Beda lah cuk... Itu bukan alasan kita buat ngedisrespect orang.
Soalnya antara trait/ personality sama perilaku yang memang disengaja itu kan beda.
Misalnya aku nih... Traitku kalem, tenang. Ada orang yang nggak suka. Ya udah... Orang akunya emang kayak gini, mau kamu suka atau nggak suka juga aku tetep kayak gini.
Beda kalau misalnya aku sengaja diemin orang tanpa sebab, bukan karena aku orangnya kalem tapi emang karena aku sengaja diemin tu orang karena pengen bikin perkara aja. Nah itu tuh yang aku maksud dengan bad behaviour, perilaku buruk yang sengaja dilakukan untuk memberikan efek negatif pada orang lain.
Well jadi itulah ya tentang sikopet konpiden yang ada di dalam diriku. Aku nggak tau apakah ini hal yang baik atau hal yang buruk. Tapi intinya trait ini bikin aku jadi unbothered dan nggak stressin hal-hal yang nggak penting. Aku jadi easy going, cuek, tapi cueknya pada hal-hal yang lebih mengarah ke arah negatif dan tidak memberi benefit baik buat diriku.
Posted at 4:53 PM

BACK TO BLOG PAGE
Leave a comment