My Mental Health Progression: week 3

Mood: Grateful, productive, energized

Ini ceritanya lagi nyari inpirasi sambil nonton Youtube sama Keita di kamarnya om Adek.

Deket-deketin Keita dulu ah... buat ngecharge energi dan ngerefill inspirasi biar nggak keburu low.

Pas di foto ini dia lagi nonton videonya Deadpool yang lagunya Bye Bye Bye itu lho... Lagu sama dancenya addicting banget buat ditonton sampai Keitapun suka. Wkwkwk...

Btw salfok sama laptopku yang pinky-pinky kawaii. Uwu!

Dialah sumber rejekiku yang sesungguhnya di dunia ini. Rejeki tidak hanya berupa materi tapi juga bisa berupa inspirasi, kecerdasan dan pengetahuan.

Perkembangan kesehatan mentalku di minggu ke 3

Ngomong-ngomong sekarang aku mau update tentang progres mental healthku.

Setelah ke psikiater untuk yang kedua kalinya, kemajuannya sudah sangat terasa terutama di minggu ketiga ini (tepatnya di 3 hari terakhir ini).

Aku yang semula kehilangan minat dan ketertarikan terhadap segala hal termasuk hobi, materi, uang, impian, obsesi, dll mulai terstimulasi lagi untuk kembali menyukai apa yang pernah aku sukai. Dan bahkan aku mulai mengeksplor kesenangan baru (bikin musik).

Padahal sebelum berobat, semua hal yang awalnya menjadi obsesiku tiba-tiba terasa tak menarik lagi. I lost interest on everything dan itu membuatku menjadi terasa hampa, tak bergairah, tak ada energi dan tak ada semangat untuk hidup.

Belum lagi dikombinasikan dengan kondisi trauma, tekanan mental dan depresiku. Euuuhhh... Auto pengen bundir terus deh rasanya.

Puji Tuhan, kondisiku sekarang sudah jauh lebih baik. Semua atas ijin dariNya.

Memang sih di awal (pas minggu pertama ke psikiater dan mulai mengkonsumsi obat) aku itu selama dua hari benar-benar seperti orang koma yang nggak bangun-bangun. Bener-bener kayak orang pingsan njir!

Beberapa hari setelahnya aku mulai agak membaik tapi aku masih seperti manusia yang nyawanya cuma setangah selama seminggu full. Seperti hanya badan yang tak ada energinya tapi terpaksa harus bergerak.

Aku tau betul rasanya badan super capek dan lemas setelah melakukan kegiatan yang menguras tenanga seperti saat ada acara/ upacara 'megaenan gede' di rumah. Itu kan bikin kita jadi super capek ya. Nah, itu malah mendingan tuh. Karena meskipun capek tapi kita masih bisa gerak.

Kalau ini lemesnya beda dan susah untuk digambarkan. Pokoknya rasanya tuh kayak arwahku mau mau keluar aja dari badan. Wkwkwk... Serem.

Memang dari awal sudah diwanti-wanti sih sama psikiaternya bahwa di awal-awal obatnya memang akan berefek seperti itu. Tapi katanya terus saja dikonsumsi karena lama-lama tubuh akan beradaptasi.

Sekarang ini di minggu ketiga aku sudah mulai terbiasa dengan obatnya. Energiku sudah mulai pulih dan moodku sudah mulai stabil. Nggak sering mood swing lagi seperti di minggu pertama.

Kecemasanku juga jadi kayak hilang total. I mean, nggak total-total amat sih. Kalau aku bengong atau ada pemicu yang mentrigger kemunculannya, ya masih bisa balik lagi sih.

Maka itu aku berusaha untuk mencari kesibukan agar pikiranku nggak kosong. Otakku nggak boleh dibiarin kosong pokoknya. Harus sibuk terus biar bisa mengalihkan perhatianku dari depresi dan kecemasanku.

Minusnya ya aku kemungkinan besar akan ketergantungan sama obat-obatan psikiatri ini, entah yang diberi itu antidepresan atau obat-obatan kejiwaan lainnya. Soalnya kalau aku stop minum obat, bakalan ada gejala putus obat dan efeknya itu setauku malah akan memperparah kondisiku dibanding kondisi awal sebelum aku mengkonsumsi obat.

Tapi aku akan memasrahkan semuanya pada Tuhan. Yang penting aku sudah berusaha sekuat tenaga, hasilnya kuserahkan padaNya dan biar Beliau yang mengatur. Aku tidak punya power dan kuasa untuk mengatur hasilnya. Yang bisa kulakukan hanyalah berusaha dan berdoa.

Tapi aku mempunyai keyakinan bahwa Tuhan selalu mendengar setiap bait dari doa-doaku. Hanya saja aku harus sabar dan tetap yakin kepadaNya.

Posted at 8:29 PM

 

EXPLORE MORE

     

Comment

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


 
BACK TO BLOG PAGE